Posted by azizhadi on Sep 27, 2012 in Blog, Film | 0 comments
AZIZHADI.COM, Cinta Di Saku Celana – “Ungkapin dulu deh, jangan malu untuk bicara, karena akibatnya nanti menyesal dibelakang lho..”, sepertinya kalimat itu bisa menggambarkan cerita dari film Cinta Di Saku Celana ini deh, iya ceritanya memang tidak jauh dari kalimat tersebut. Peran yang diperankan oleh Donny Alamsyah ini cocok banget menurutku, dia sedikit pendiam dan merupakan seorang yang rajin belajar ketika masih di bangku sekolah, namun sejak dibangku sekolah Ahmad tidak pernah merasakan yang namanya cinta, iya cinta dalam hal ini adalah pacar.

Saat itu Ahmad sedang menuju ke tempat kerja menggunakan alat transportasi kereta, didalam kereta tersebut dia bertemu dengan wanita idamannya, namun Ahmad tidak mempunyai keberanian untuk sekedar menyapa “Hello”, dia hanya mampu merekam dan menyimpannya saja. Sedikit kasihan sih Ahmad, karena menyapanya saja belum, apalagi mengajaknya ngobrol.
Ini sedikit curhat aja sih, cerita Cinta Di Saku Celana ini seperti menampar wajahku deh, iya, namun tamparan ini merupakan tamparan yang aku anggap positif, karena pada dasarnya kita tidak akan pernah tahu kalau kita belum memulainya, memang ada kisahku yang hampir sama dengan keseluruhan cerita film Cinta Disaku Celana, dan ini menjadi pelajaran berharga dan sepertinya aku sedang diperingatkan untuk tidak melakukan kesalahan yang kedua.
Oke, kembali lagi ke Ahmad, memang kasihan sih, tapi karena dia memang tipe pekerja keras, akhirnya hampir saja dia bisa bisa say “hello” kepada Cinta (seseorang yang ada dikereta) yang diperankan oleh Joanna Alexandra, namun karena memang jalan mereka tidak akan pernah bisa bertemu akhirnya gagal, karena seseorang yang diminta tolong ternyata tidak ada.
Cinta yang nama sebenarnya adalah Bening, juga sedang mengalami kegalauan, karena dia sudah dilamar namun ketika selesai melamar, tunangannya dapat tugas untuk keluar negri dan hanya mampu berkomunikasi via kartu pos, sehingga dia menjalani status LDR (Long Distance Relationship) jadilah dia galau, karena sudah mengharapkan hari dimana dia naik ke pelaminan, namun harapannya juga belum datang, hingga saat itu dia melepas cincin tunangannya dan menaruhnya pada kalung.
Jika Ahmad bisa sedikit cepat dan punya nyali, mungkin dia bisa berkenalan dan menjalin hubungan lebih lanjut dengan Bening, namun cerita berkata lain, “Inilah yang disebut dengan cinta” – kata Lukman Sardi yang memerankan sebagai tunangan Bening yang saat itu bekerja sama dengan polisi untuk bisa mengatakan kepada Ahmad, “bahwa sebenarnya Cinta yang selama ini kamu kejar adalah cintaku”
Sakit, iya memang sakit, tapi Ahmad berhasil melupakan sakitnya ketika tante pemilik kos-kosannya mengatakan kalau ada keponakan yang datang dan sedang sendiri, dia juga bernasib sama seperti Ahmad yang belum juga menemukan cintanya. Tersenyumlah si Ahmad ketika melihat siapa ternyata keponakan tante kos-kosannya, tidak tertebak, dan sepertinya kesimpulannya adalah seperti itu, dramatis sekali, karena memang cinta sejati banyak yang bilang kalau datangnya tidak tertebak.
Tapi tidak semua cerita cinta seperti itu kan?
regards,
azizhadi