Posted by azizhadi on Sep 24, 2012 in Blog, MUFC | 0 comments
AZIZHADI.COM, Liverpool 1 – 2 United – Emosional tapi harus tetap dijaga, iya, siapa sih yang gak tahu kalau rival abadinya UNITED adalah Liverpool, iya, ini dikarenakan bukan peringkat liverpool yang ada di posisi 18, melainkan piala liga inggris yang menjadi syarat utama, karena tahu sendiri kan kalau piala liga inggris liverpool 18 dan UNITED 19, sehingga ini menjadikan pertandingan yang panas, karena sesama pemilik piala liga terbanyak.

Jujur, melihat penampilan UNITED ketika bertandang ke Anfield serasa naik roller coaster, iya karena performa UNITED sering naik turun, entah kenapa, yang jelas adanya tekanan dari fans liverpool, namun itu sudah biasa, karena bukan hanya fans liverpool saja yang akan menekan UNITED. Jadi perkiraan mengapa permainan UNITED bisa seperti itu, adanya tekanan dan yang kedua sepertinya UNITED juga tidak bermain terlalu cepat, mengingat liga yang dihadapi juga masih banyak, sehingga tidak kaget kalau UNITED mainnya pelan untuk menjaga stamina para pemain dan menghindari bertambahnya list cidera. Namun itu tidak terjadi diawal babak pertama, liverpool mengajak UNITED untuk bermain cepat, alhasil emosi pemain meningkat.
Perlu diberi peringatan adalah luis nani yang bermain kurang greget kemaren, ini juga gak tahu kenapa, apakah ada masalah dengan manajemen klub ataukah SAF, yang jelas kabarnya masih simpang siur, dan ini menjadi peringatan bagi luis nani, jika terus bermain seperti itu, tidak menutup kemungkinan jika ada club yang berani menawar tinggi maka SAF akan melepasnya.
Salute kepada Rafael Da Silva yang bermain cantik kemaren, meski terlihat sering sekali membantu serangan, namun doski juga tidak lupa dengan tanggung jawabnya di RB, sehingga ini menjadi nilai plus baginya, ditambah lagi mampu mencetak penyeimbang gol, sepertinya menguatkan kalau dia pantas menjadi MOTM deh, semangat ya Rafael, meski saat itu doski terlihat kesakitan dan harus digantikan dengan Wellbeck.
Kesimpulannya, ayolah barisan tengah UNITED, mau sampai kapan bergantung sama pakde Scholes, dia sudah 37th lho, ayo Cleverly dan Powell, kalian harus bisa nunjukkin ke SAF kalau kalian bisa menjadi penerus Paul Scholes.
regards,
azizhadi